Rabu, 20 November 2013

cukup 6 garis

menembus dinginnya malam.
kulewat pada perumpaan hidup yang begitu indah.
dalam secangkir kopi yang tak pernah tersentuh oleh bibir merah itu.
kopi itu terlihat tenang, entah empunya masih berniat untuk menghabiskan atau tidak.
beralih kepada kehidupan dimana kau dan aku saling membutuhkan.
tapi tak ada satu dari kita berdua untuk berani berucap.

sebait kata untuk pertengahan november '13 
malam-malam sunyi 


Kamis, 07 November 2013

prasangka

Prasangka mengarah kepada evaluasi yang negatif. streotip merupakan keadaan yang dapat bersifat positif maupun negatif, tetapi prasangka mengarah kepada evaluasi yang negatif. mengenai prasangka, ada beberapa teori dan satu dengan yang lain berpijak pada pendapat yang berbeda pula.
ada teori yang berpusat pada bagaimana prasangka dapat memotivasi seseorang utk memenuhi kebutuhanyang bersangkutan.
1. teori belajar sosial
teori belajar sosial merupakan salah satu teori dalam hal belajar yang dikemukakan oleh bandura. menurut bandura (1997), belajar itu melalui model atau contoh. prasangka seperti halnya sikap yang merupakan hal yang terventuk melalui proses belajar. seseorang belajar prasangka lebih banyak belajar pada lingkungan di luar rumahnya atau di masyarakat luas.prasangka merupakan norma sosial dimana seseorang menjadi kelompok. dan...see more
2. teori motivasi atau decision making theory
teori motivasi memandang prasangka sebagai sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan individu atau kelompok dalam mencapai kesejahteraan.

maafkan

setengah bahkan sudah hampir berlalu,
sepertiga bahkan tinggal menghitung waktu.
tempat ini serasa tak berpenghuni,
telah tertinggal sejak beberapa bulan yang lalu.
empunya terbawa oleh waktu hingga melupakan.
maafkan diri yang telah lupa,
bukan lupa tapi mengabaikan.
terlalu banyak cerita yang terpendam.
mungkin semuanya sudah hancur termakan waktu.
ikhlaskan yang telah berlalu.

Kamis, 18 April 2013

kicauan kecil untuk hunian yang hilang

menuju sebuah pintu yang terdapat pada ruangan ini,
hendak membukanya agar bisa menikmati suasana pagi yang indah ini.
terhirup udara pagi yang segar,
dan memandangi langit yang masih agak kelihatan gelap.
mentari pun belum juga muncul,
aku mendengar kicauan burung yang begitu indah,
walau tak seramai kicauan burung di kampung.
apa bedanya?
mataku terhalang oleh bangunan yang tinggi yang ada di hadapanku,
aku tak bisa membuat pandanganku berkeliaran.
di kampung?,
mata ini bisa berjalan, memandangi rindangnya pepohonan dan suasana langit yang begitu indah.

itulah sebabnya, brurung-burung berlari meninggalkan kediamannya.
kediamannya hancur digilas.
lalu kemana mereka?
mereka terbang sangat jauh,
hingga menemukan tempat untuk hinggap dan bersarang.
di sini tak ada tempat untuk mereka,
manusia cukup "nakal" untuk merusak kediamannya.
mungkin karena manusia tak suka dengan alam,
atau karena manusia hanya suka dengan bangunan tinggi itu yang membuat mataku memerah dan perih memandangi persegi panjang yang berdiri kokoh.

untungnya aku punya satu pohon rindang.
hingga aku masih bisa merasakan segarnya udara pagi.


19 april 2013
kediaman kecilku

Selasa, 16 April 2013

cakrawala berbisik

cakrawala menyingsing,
mentari menyapa
malam pun beristirahat.
burung beterbangan,
 sang ayam berkokok.
nestapa hidup merasakan,
alam yang elok kini masih terlihat indah.
tapi entah lima atau sepuluh tahun  berikutnya.
aku bergeming,
nelansar hidup menyaksikan,
berjalan menembus tepi langit, tapi tak pernah tergapai.
dalam harap langit memotret "hidup" bumi yang bergantung.
cakrawala berbisik akan keindahan yang dulu.
dulu BUKAN sekarang!


11 april 2013

kidungan hujan

setelah engkau tahu yang menguji hati,
maka alunkan kakafoni itu.
agar suara hatimu dapat terdengar olehnya.
gertak hati tak ingin berbalik, 
tapi apa daya..
angin telah terlanjur membawa cerita ini padanya.
aku bungkam, tak berkata apa.
aku diam, tak ingin menatap.
tertunduk malu melihat ujung kaki yang tak berkutip.
air mata ini jatuh seiring hujan yang turun perlahan membasahi.
ini bukan hujan yang seindah kemarin, tapi ini bagai rintikan jarum yang menusuk ke tanah.
hingga terdengar petir berkementam aku masih di sini.
tak bergerak sedikitpun.
terpaku di sini.
tak mampu bergerak,
pikirannya mengembara entah kemana.
hingga kidungan hujan masih menemani.
terdengar begitu sendu,
hingga air mata ini tak berhenti tumpah.
matanya membengkak, tapi itu tak begitu jelas.
dan pada akhirnya,
seiring dengan hujan malam telah menghampiri secara perlahan.
menikmati dingin yang begitu menyeruak di sekujur tubuhnya.



16 april 2013
kidungan hujan menemani.